Kenangan yang hilang by Torey
Hayden.
Cerita tentang Sheila, anak
yang mengalami masa kecil kurang beruntung karena ibunya pemabuk dan meninggalkannya
sedari kecil, beruntunglah meski sang ayah yang kesehariannya juga mabuk,
tetapi masih mau memeliharanya. Namun lingkungan rumah dan pergaulan sekitar
masa-masa kecil Sheila, di mana kadangkala dia dititip ke tetangga yang kurang
bertanggung jawab pula, membentuknya menjadi anak yang selalu merasa waspada,
dan hidup seolah adalah ancaman, sehingga prinsipnya sebelum diserang, dia akan
menyerang duluan, masuklah dia dalam lingkaran crime by children.
Torey Hayden diserahi tugas
pembinaan oleh negara, selain menangani anak special needs ringan, juga yang
berat, seperti kasus Sheila ini. Methode-methode yang diterapkan oleh Torey
patut menjadi referensi para psychology,
yang memperkaya cara-cara penanganan dengan solusi yang membuahkan hasil yang
nyata.
Di buku Sheila ke-2 ini, lebih
difocuskan sakit hati Shelia karena merasa ditinggalkan oleh Torey, di masa yang
lalu, karena mesti menyelesaikan sekolah Masternya, juga Sheila mesti diambil
alih negara kembali.
Bagaimana membuat Sheila agar
mau percaya bahwa tindakan masa lalu Torey, yang menyebabkannya marah, bukan
tindakan yang disengaja, dan cara membangkitkan kepercayaan Sheila kembali,
bahwa benar masih ada manusia yang berkata benar, patut dipercayai, yang really
menyayangi dan melindunginya tanpa pamrih, dengan sangat sempurna dilakoni oleh
Torey.
Kasih sayang yang tulus, dan
keterlibatan emosi, ternyata variable yang sangat cepat menyembuhkan Sheila
(yang dalam ilmu Psychology justru dilarang melibatkan emosi ahli), yang
perlahan mulai mau menerima, bahwa hidup tidak selamanya sesuai keinginan
manusia, tetapi manusia mesti bisa mencari jalan sendiri untuk membaikkan
hidupnya.
Resensi by me
Balikpapan, 9 Mei 2012



